Penjelasan Lengkap tentang Denda BPJS Kesehatan

denda-bpjs

Sudah daftar bpjs belum? kalau belum daftarkan dirikan diri anda sekaligus keluarga anda untuk bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah. Anda dapat mendaftar bpjs dengan mudah di kantor bpjs dengan membawa ktp dan kk.

Saat mendaftar bpjs anda dapat memilih puskesmas terdekat yang akan digunakan sebagai faskes 1, dan memilih kelas dengan iuran bulanan yang berbeda-beda. Untuk kelas 1 iurannya Rp80 ribu perbulan, untuk kelas 2 iurannya Rp51 ribu perbulan dan kelas 3 iurannya Rp25.500.

Iuran tersebut kita bayar setiap bulan sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Iuran yang harus dibayar yaitu sesuai dengan kelas yang dipilih dikali dengan jumlah anggota keluarga yang didaftarkan.

Misalkan saya memilih kelas 2 dengan jumlah anggota keluarga 3 orang. Maka iuran per bulan yang harus saya bayar adalah Rp51.000 x 3 = Rp153.000 . 

Dengan ikut bpjs maka sewaktu – waktu keluarga saya sakit maka saya bisa berobat gratis tanpa harus mengeluarkan uang. Tapi saya tidak berharap sakit, asuransi bpjs ini berfungsi sebagai proteksi. Disamping itu dengan daftar bpjs kita ikut gotong royong dalam membantu orang lain.

Baik lah, kita bicara soal denda yang ada di BPJS.

Sebelumnya memang ada denda di bpjs bagi peserta yang terlambat membayar iuran. Dendanya yaitu 2% dari total tagihan. Tapi sekarang denda bpjs telah di rubah, adapun penjelasannya berdasarkan Perpres no. 19 tahun 2016 sebagai berikut :

Peserta yang menunggak / telat bayar iuran maka status keanggotaannya akan di nonaktifkan. Untuk mengaktifkannya kembali cukup melunasi tagihan yang belum dibayar. Total tagihan sesuai dengan iuran yang belum dibayar.

Misal : Jika anda telat 1 tahun, dan anda terdaftar di kelas 2 dengan jumlah anggota keluarga terdaftar ada 3 orang Maka tagihan yang harus anda bayar adalah Rp51.000 x 12 bulan x 3 = Rp1.836.000 , setelah dilunasi maka status keanggotaan akan di aktifkan.

Perlu diketahui bahwa setelah diaktifkan maka kita tidak diperkenankan menggunakan layanan bpjs untuk rawat inap selama 45 hari sejak status keanggotaan di aktifkan. Jika kita menggunakan bpjs sebelum 45 hari maka akan dikenakan denda yaitu 2,5% dari total biaya rawat inap atau maksimal Rp30 juta.

Jika anda ternyata di rawat inap dan dikenakan total biaya yang dihabiskan adalah Rp20.000.000, maka anda harus ikut membayarkan biaya perawatannya sebesar Rp6.000.000 dihitung berdasarkan rumusnya yaitu ( 2,5 persen x Rp20 juta x 12 bulan (sesuai tunggakan) ) maka hasilnya Rp6.000.000.

Demikian penjelasan mengenai denda bpjs jika peserta terlambat bayar iuran dan menggunakan layanan rawat inap. Jika ada yang ditanyakan silahkan tinggalkan pesan dalam komentar dibawah artikel ini, saya akan bantu menjawabnya. Terima kasih