Jalan – Jalan Sore ke Omah Kayu Batu

Perjalanan yang cukup seru mulai dari Lombok, Bali, Banyuwangi hingga kemudian gw sampai di Kota Malang, memang dalam rangka liburan. Jalan – Jalan gw ke kota malang ini bukan untuk yang pertama kalinya, ini kedatangan gw sudah yang ke-3 kalinya. Suatu ketika gw diajak teman yang kebetulan kuliah di UB (Universitas Brawijaya) untuk mendaki ke Gunung Panderman, gunung yang tinggi nya mencapai 2.045 mdpl dan kemudian gw turun dari Panderman pada sore hari.

Masih ada waktu untuk jalan – jalan sore sebelum pulang ke rumah kontrakan. Jalan – jalan sore kali ini pergi ke suatu tempat yang sudah tidak asing lagi bagi anak – anak ngalam. Karena gw pendatang tentunya gw penasaran dong, tempat yang gw kunjungi yaitu di Paralayang Batu malang. Disana gw bisa ngeliat kota batu dari ketinggian, tapi gw ga naik paralayangnya, maklum duit sudah sekarat, ga cukup buat naik paralayang.

Untuk bisa menikmati kota batu malang sambil terbang bareng paralayang pengunjung harus merogoh kocek sekitar Rp400.000 dengan durasi terbang sekitar 30 menit. Dengan sangat terpaksa gw melewatkan moment untuk bisa terbang, yah… mungkin dilain waktu ketika gw kunjung lagi ke Malang.

Tapi ga hanya itu?

Menikmati Sore di Omah Kayu Batu Malang

Menikmati Sore di Omah Kayu Batu Malang

Dibagian sisi, utara dari tempat paralayang ada tempat menarik, yaitu Omah Kayu. Sebuah rumah – rumahan kayu yang dibuat diatas pohon pinus, kalau dilihat seperti yang ada di Kalibiru Kulon Progo. Bedanya, kalau di Omah Kayu ini pemandangan yang kita lihat adalah rumah – rumah penduduk kota batu, cukup menghibur untuk mengisi waktu sore bareng keluarga, teman atau pacar.

Untuk masuk ke Omah Kayu ini gw merogoh kocek yang cukup dibilang murah jika dibandingkan terbang dengan paralayang, yaitu cuma Rp5000 saja. Tak ada batasan waktu untuk duduk disana, kecuali jika ramai pengunjung. Pastinya bakal antri bergantian untuk naik ke Omah Kayu nya, pastilah untuk foto – foto selfie, setelahnya bisa menikmati pemandangan dari tanah.

Kalo gw lihat, cocok juga untuk dateng ke Omah Kayu dimalam hari, karena pastinya akan melihat gemerlapan cahaya lampu kota batu malang yang indah, dibumbui dengan angin gunung yang sepoy – sepoy. Omah Kayu ini juga bisa disewa untuk bermalam (menginap), dengan harga sewa Rp350ribu permalam, sudah disiapkan penerangan dan tempat tidur yang cukup untuk 2 orang. Cucok untuk yang sudah punya suami istri.

sandi prayoga di omah kayu malang

di omah kayu malang