Memberi Gaji atau Upah Kepada Tenaga Kerja Penjahit

Survei-Bisnis-Konveksi-dan-Menjahit

Menjahit merupakan sebuah profesi yang menarik untuk ditekuni baik itu laki-laki maupun perempuan, Namun keterampilan jahit lebih cenderung diperuntukan bagi perempuan, dengan memiliki keterampilan menjahit dapat memberikan pemasukan untuk ekonomi keluarga.

Terutama bagi seorang istri, dimana menjahit bisa menjadi pekerjaan rumah, dapat menjadi penghasilan tambahan  untuk membantu mencukupi kebutuhan keuarga, walaupun seyogyanya nafkah menjadi tanggung jawab suami. Seorang istri yang memiliki keterampilan menjahit justru akan membantu stabilitas ekonomi dalam keluarga.

Keterampilan menjahit jika ditekuni dapat menjadi sebuah bisnis menajnjikan. Menjahit justru akan dapat memberikan pemasukan yang luar biasa. Tidak sedikit para penjahit yang sukses memiliki konveksi atau butik besar atas keterampilan yang mereka miliki. Berawal dari sebuah keterampilan sampingan namun dengan ketekukan apalagi jika dapat memberi kepuasan kepada pelanggan atas jasa jahitnya, sudah dapat diprediksi semakin lama order akan semakin banyak.

Ketika itu terjadi maka anda perlu merubah mindset bisnis anda menjadi seorang BOS, dimana ketika banyak orang yang meminta anda untuk menjahit maka anda perlu mempekerjakan penjahit lain untuk membantu anda. Hal ini perlu dilakukan karena ketika anda menangani semua order apalagi dalam jumlah banyak pasti anda akan kewalahan dan tak mampu menangani.

Contoh : Biasanya dalam 1 hari anda bisa menjahit 2-5 pakaian dikerjakan sendiri. Namun karena hasil anda memuaskan banyak orang yang datang atas testimonial pelanggan anda sebelum atau justru pelanggan anda kembali meminta anda untuk menjahit pakaian. Sehingga jumlah order anda semakin bertambah, ketika itu sudah tidak tertangani maka anda dapat mempekerjaakan penjahit lain untuk membantu anda menyelesaikan order yang anda terima. 

Tenaga Kerja Penjahit

Tenaga Kerja Penjahit

Biasanya kendala yang anda hadapi adalah bagaimana menggaji pekerja seorang penjahit? dan bagaimana jika tidak rapi, sehingga pelanggan kurang puas?

Baiklah saya akan menjawab itu, saya sendiri tidak bisa menjahit namun setelah saya melakukan wawancara ke sebuah konveksi yang menurut saya cukup besar, dimana seorang ibu-ibu yang memiliki keterampilan menjahit yang semula dikerjakan sendiri, kini beliau membuka konveksi. Karena jumlah order yang beliau terima sangat banyak, sekarang ini beliau mempekerjakan sebanyak 6 orang penjahit.

Memang tidak langsung 6 penjahit sekaligus, penambahannya secara bertahap, satu persatu penjahit yang bekerja terus ditambah seiring dengan banyak nya order yang diterima. Sama seperti Pertanyaan diatas, saya ajukan kepada si pemilik konveksi.

Bagaimana menggaji pekerja seorang penjahit?

Beliau mencari seorang penjahit muda yang telah memiliki keterampilan menjadi dari sebuah lembaga kursus, kemudian diminta untuk membantu menyelesaikan order yang beliau terima. Yah, awalnya hanya 1 orang penjahit dulu, sebelum dirinya membuka konveksi.

Penjahit diberikan gaji berdasarkan hasil kerja (bukan gaji pokok bulanan), setiap 1 pakaian (tergantung jenis), sebagai contoh jika menyelesaikan menjahit 1 buah kemeja maka pekerja diberikan upah sebesar Rp 10.000 – Rp15.000 (atau dapat menyesuaikan dengan hasil yang anda terima setiap 1 jahitan) semakin banyak ia menyelesaikan jahitan maka akan semakin banyak juga hasil yang mereka terima.

Sebagai pemilik usaha tentu akan mendapatkan keuntungan. Misal nya saja 1 buah kemeja mendapatkan untung sebesar 30ribu – 40 ribu, maka anda sebagai pemilik usaha akan mendapatkan hasil sisa dari upah yang diberikan kepada pekerja yaitu 20 ribu – Rp 25 ribu per 1 jahitan. Anda bisa mendapatkan penghasilan tanpa mengerjakannya.

Dengan begitu semua order dapat terselesaikan. Jangan sampai orderan banyak, anda menyanggupi semua, sedangkan secara kemampuan anda tidak memiliki banyak waktu (waktu terbatas) dan tenaga terbatas. Sehingga orderan yang terus masuk justru tidak bisa terselesaikan atau bahkan tidak bisa diterima, dengan alasan banyak order yang belum dikerjakan.

Tenaga-Kerja-Potong-Dasar-Jahitan

Tenaga-Kerja-Potong-Dasar-Jahitan

Bagaimana jika tidak rapi, sehingga pelanggan kurang puas?

Tentu ini yang banyak dikhawatirkan oleh pemilik usaha, tapi beliau bisa mengatasi hal ini. Penjahit hanya menjahit apa yang sekiranya perlu dilakukan, sebagai pemilik usaha bisa membuat sebuah aturan mana yang harus dikerjakan, mana yang tidak, untuk menjaga kerapihan dan kepuasan pelanggan.

Sehingga bagian-bagian terpenting hanya dilakukan oleh si pemilik usaha. Termasuk memotongnya hanya dikerjakan oleh si pemilik usaha atau jika order semakin banyak, anda juga bisa mempekerjakan orang khusus yang memiliki keahlian dalam memotong dasar. Dengan begitu kerapihan dan hasil akan tetap sama dengan apa yang anda kerjakan sendiri.

Apakah anda masih bingung? 

Jika itu terjadi pada anda, anda harus bersyukur bahwa usaha anda memiliki tanda – tanda mengalami kemajuan, sehingga anda harus membuat sebuah sistem. Tentu dalam pengembangan usaha membutuhan sebuah modal, ketika akan mempekerjakan orang paling tidak anda harus menambah unit mesin jahit sesuai dengan jumlah tenaga penjahit yang anda pekerjakan.

Tapi, yakinlah dalam waktu dekat justru modal anda akan segera kembali. Dan jangan lupa ketika orderan banyak, buat sebuah brand khusus nama “jasa”. Misalnya : Manshurin Taylor. Sehingga orang-orang akan banyak mengenal bisnis jahit anda, dan pemasaran secara langsung akan semakin meluas.