Merasakan Sensasi Melewati Tol Jembatan Suramadu yang panjang

Madura – Sebuah liburan yang tak menduga saat ku tengah berkunjung ke kota Surabaya, dimana kedatanganku berawal dari denpasar bali hendak pulang ke Lampung. Mampir sejenak ke rumah teman, saat berada di terminal diwaktu subuh bungurasih aku dijemput dan dibawa ke sebuah Pondok LDII yang ada di Nginden dan Jetis untuk beristirahat sejenak melepas lelah di sebuah masjid.

Untuk mengisi waktu sebelum aku melanjutkan perjalanan pulang ke Lampung, ku menyempatkan untuk jalan – jalan ke Madura sekedar untuk merasakan sensasi melewati Tol Jembatan Suramadu yang panjang serta mencicipi kulinet khas madura Nasi Bebek Sinjay yang sangat terkenal itu, aku bersama kawan – kawan merental sebuah mobil avansa disalah satu jasa rental yang ada di surabaya.

Entah rute nya gimana, karena aku dipandu arah – arahnya sama kawan, karena dia yang tahu, terutama jalan – jalan tikus untuk menghindari macet. Bisa aja sih aku pakai panduan GPS, tapi ya itu, pasti akan terjebak macet di kota. Jembatan suramadu yang panjang telah terlihat, namun aku perlu mengisi bensin terlebih dahulu, kan ga lucu kalau nanti habis bensin di tengah jembatan.

tol jembatan suramadu

tol jembatan suramadu

Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan, sesampainya di pintu masuk tol jembatan suramadu, aku membayar tol sebesar Rp30.000 , menurutku ini mah terlalu mahal, kalau Pulang Pergi udah abis Rp60.000 , beda banget sama Tol Laut yang ada di Bali bayarnya cuma Rp3000 perak, padahal jalur nya lebih panjang ketimbang Jembatan Suramadu ini.

Mau kayak mana lagi, ya jelas aku bayar dong. Masak mau balik muter, bakal susah, apalagi sudah masuk anterian. Lagian memang sudah diniati juga kok untuk menginjakan kaki di Pulau Madura walaupun hanya sehari saja. Jembatan lurus menyebrangi laut, namun sayang tidak bisa selfie di tengah – tengah jembatan. Mungkin jika menggunakan sepeda motor bisa, karena jalurnya di pinggir.

mengemudi mobil di tol jembatan suramadu

mengemudi mobil di tol jembatan suramadu