Pengalaman ikut Open Trip Gunung Rinjani

Mendaki Gunung Rinjani merupakan pendakian gw yang perdana, gw sebelumnya belum pernah naik – naik gunung, paling mentok naik gunung krakatau saat mengikuti Festival Krakatan Lampung 2014 lalu. Behubung bertepatan dengan momen wisuda gw, gw memutuskan untuk naik gunung rinjani untuk bisa berfoto menggunakan toga.

Gw juga baru pertama kali naik Rinjani jadi belum ngerti apa – apa, karena gw belum pernah mendaki gunung rinjani dan pendakian perdana maka gw memutuskan untuk menggunakan Open Trip yang dibuka oleh salah satu Trip Organizer (TO) di Backpacker Indonesia (dot) Com (Rafauli Trip). Pastikan kalian memilih Open Trip yang dikelola oleh TO profesional sehingga pendakian anda dapat lebih menyenangkan.

Ketika Gw mengikuti Open Trip maka Gw mustin- harus mengikuti jadwal yang sudah di susun oleh TO. Bisa dikatakan pendakian gw kurang sempurna, karena jadwal pendakian gw yang dibuat TO berubah dari sebelumnya , jadwal semula berencana turun melalui Senaru dan akan menginap di Segara Anakan, tapi tidak terlaksana, gw tidak turun ke Danau dan juga turun kembali melalui Sembalun.

Karena gw orang free (bebas) tidak terikat dengan waktu, gw kayaknya kurang cocok kalo ikutan open trip, gw lebih pilih Share Cost yang punya jadwal fleksibel. Tapi, kita juga perlu juga sih  ikutan Open Trip supaya  tahu sistem kerja menjadi Trip Organizer , kali aja kita bisa mengadakan Open Trip untuk memanage liburan temen – temen kita yang memiliki keterbatasan waktu untuk liburan karena bekerja.

Sebenernya banyak faktor sih yang menyebabkan hal perubahan jadwal disetiap Open Trip, dimana masing – masing peserta memiliki ketahanan fisik yang berbeda – beda, dan tentunya peserta Open Trip banyak orang – orang yang bekerja sehingga tetap harus selesai sesuai jadwal walaupun ada agenda- agenda yang belum terlaksana.

Saran gw ketika Memilih Open Trip :

  • Cost yang Murah pastinya untuk menghemat Budget
  • Fasilitas yang didapat sesuai dengan budget yang kita keluarkan
  • Lihat dulu Fortopolio nya, terutama dalam hal Dokumentasi
  • Lihat Itenerary / Jadwal yang telah disusun, seberapa persen dapat berjalan
  • Jumlah Peserta yang ikutan tidak terlalu banyak