Perjalanan 14 Jam dari Kediri ke Bali Naik Bus Gunung Harta

naik-bus-gunung-harta-dari-kediri-ke-bali

Setelah 1 bulan menikah, aku mengajak istri untuk pergi bersilaturohim mengunjungi tempat saudara-saudara sekaligus liburan (kalau kata orang sih honeymoon), rute tujuanku yaitu kediri, bali dan lombok. Setelah dari tempat saudara (paman dari istri) yang ada di kediri saya pun melanjutkan perjalanan ke bali.

Perjalananku kali ini menggunakan bis langsung, yaitu bus Gunung Harta. Saya memesan tiket 2 hari sebelum keberangkatan dengan harapan bisa duduk paling depan, tapi ternyata kursi paling depan sudah dipesan orang dengan berat hati saya pun memilih kursi duduk baris 3A dan 3B, dengan harga tiket bus gunung harga dengan tujuan dari kediri ke bali Rp240.000

Bus Gunung harta berangkat dari kediri pukul 13.00 WIB (berangkat tepat waktu), jika penumpang terlambat maka disarankan untuk pergi ke Semampir disebuah tempat pemberhentian bus, karena bus gunung harta melewati tempat itu, pastikan juga tidak terlambat. (lokasinya dekat dengan hotel mitra inn).

Apa saja fasilitas bus gunung harta?

Bus Gunung harta memiliki fasilitas berupa AC, TV Music, Toilet, Selimut, Bantal, dan tempat duduk yang bisa disandarkan kebelakang, juga dilengkapi dengan sandaran kaki agar kaki tidak terlalu menekuk, sehingga penumpang dapat merasakan perjalanan dengan nyaman.

Penumpang juga mendapatkan fasilitas berupa snack dan makan malam disalah satu rumah makan yang ada di Banyuwangi. Menu makanan yang dihidangkan “ayam swir kecap, tempe, sayur buncis, sambal dan kerupuk, tak lupa minuman hangat berupa teh hangat”.

Berapa lama perjalanan dari kediri ke Bali?

Perjalanan saya menempuh waktu kurang lebih sekitar 15 jam (terdapat perbedaan waktu 1 jam antara bali dan jawa). Setelah penyebrangan dengan naik kapal ferry di selat bali yang menghubungkan antara pelabuhan ketapang dan gilimanuk), seluruh penumpang diminta untuk turun dari bus untuk melakukan pengecekan KTP oleh Satlantas Gilimanuk Bali.

Bagi penumpang yang ber KTP lama (bukan e-KTP) akan dipermasalahkan, jika tidak membawa KTP maka akan dipulangkan ke daerah asal. Untungnya saya dan istri telah mempersiapkannya sebelum pergi jadi tidak ada masalah dengan perjalanan kami.

Semua penumpang lolos dari pengecekan KTP kemudian penumpang diminta untuk naik kembali kedalam Bus. Begitu juga dengan saya dan istri, langsung kembali ke tempat duduk dan langsung tidur, karena saat itu posisinya sudah jam 1 Wita. Tak terasa hingga akhirnya sampai di Terminal Ubung Bali pada pukul 04.00 Wita.