Pulau Kenawa, Pulau tak berpenghuni penuh dengan Rumput Hijau yang Menyejukan Mata

Akhirnya gw injakan Kaki di Tanah Sumbawa, berharap bisa datang lagi dilain waktu dengan kesempatan yang lebih panjang untuk menikmati Indah nya alam sumbawa. Kedatangan gw ke sumbawa tidak lain hanya untuk melepas rasa penasaran dengan pulau kecil yang indah yang dipenuhi dengan rumput hijau yang memukau, tentu memanjakan mata ketika memandangnya. 

Seturunnya dari Gunung Rinjani, gw langsung buat jadwal untuk pergi ke Pulau Kenawa, yah !! itulah nama pulau yang gw maksud. Walau kaki sedikit pegal – pegal tak menjadi alasan untuk menghalangi gw pergi ke Sumbawa, karena memang perjalananannya cukup jauh memakan waktu kurang lebih 3 jam, 1,5 jam dari mataram ke Pelabuhan Kayangan dan 1,5 jam lagi penyebrangan ke Pelabuhan Pototano yang ada di sumbawa.

Awalnya gw berencana naik Bis ke Sumbawa dari Terminal Mandalika, tapi beruntunglah gw, karena temen gw (Hanif si penjual Mutiara Lombok) bersedia menemani dengan sepeda motor nya untuk pergi ke Sumbawa. #Alhamdulillah | Pergi lah gw dengan 3 orang teman lainnya jadi total ada 4 orang untuk menikmati Kenawa.

hamparan-rumput-hijau-di-pulau-kenawa

hamparan-rumput-hijau-di-pulau-kenawa

***

Berangkat dari Mataram jam 4 sore dan sampai di Pelabuhan Kayangan sekitar jam 5.00 , lebih cepat dibandingkan dengan naik bus umum. Kemudian melakukan penyebrangan dari kayangan ke pototano dengan tiket kapal ferry untuk sepeda motor sebesar Rp54000/motor. Kemudian kapal berangkat dari kayangan jam 5.30 setiba di Pototano pukul 7 malam.

Seturunnya dari Kapal langsung melanjutkan perjalanan, tak jauh dari pelabuhan ada Alfamart beristirahat sejanak untuk membeli minuman untuk dibawa ke Pulau Kenawa karena gw dan temen-temen berencana bermalam di Kenawa. Karena kondisi malam, kami bertanya dengan kasir minimarket tersebut.

“Mas, dimana kami bisa nyebrang ke Pulau Kenawa?”

“Sama kami aja!! dengan logat Bajo nya” Sahut orang yang sedang membeli minum.

Yah, kami coba terima tawarannya dan ikut dengannya ke sebuah rumah yang jaraknya tidak begitu jauh, ternyata dia orang yang memiliki sampan / boat dan kemudian kami berunding tawar menawar masalah harga untuk bisa diantarkan ke pulau kenawa, akhirnya deal lah dengan harga 350ribu untuk diantar ke Pulau Kenawa, dengan bonus Ikan Kakap 1 kg untuk bisa kami bakar disana.

***

Kamipun langsung diantar ke Pulau kenawa menggunakan perahu / boat dari Dermaga kecil yang tidak jauh dari perumahan penduduk setempat. Perjalanan menuju Kenawa sekitar 20 menit. Sesampainya pulau kenawa kami belum bisa melihat penampakan Pulau Kenawa secara nyata, karena kondisi yang gelap disamping itu juga Pulau ini tidak berpenghuni. Kemudian kami langsung turun dari Perahu dan ditinggalkan oleh Nelayan yang mengantarkan Kami.

 

Bergegas langsung menuju ke Baruga (Saung-Saung) yang ada dipulau Kenawa, tak lupa untuk menghidupkan kayu bakar yang dibekali oleh pak Abdul (pemilik perahu) untuk membakar Ikan Kakap yang kami dapatkan dari Pak Abdul. Sekaligus sebagai penghangat suasana camping kami. Dikatakan Camping sih ngga karena kami tidak bawa tenda, kami hanya bawa Matras dan Sleeping Bag.

“Nyam Nyam Nyam”… Langsung kami santap ikan Kakap hasil bakaran kami, lumayan untuk mengisi Perut di Malam itu. Setelah selesai menyantap ikan bakar kami langsung beristirahat untuk tidur, sudah tidak sabar menanti pagi untuk melihat Indahnya Pulau Kenawa yang terhampar rumput hijau.

***

Tidak terdengar Suara Adzan, tapi kami langsung terbangun karena jam telah menunjukan waktu 5 Wita, langsung saja kami mengambil air Wudhu di laut dan melaksanakan Shalat Subuh. Kemudian, kami memasak air untuk membuat secangkir kopi hangat sambil menunggu matahari terbit.

Waw !!  Ternyata kita bisa melihat Sunrise dari Pulau Kenawa. Matahari dengan malu malunya muncul dari air laut yang ada di ujung sana. Sinar Mentari yang terang langsung menyinari Seluruh Pulau Sumbawa termasuk pulau kenawa. Serasa mendapatkan Combo (double WaW) , begitu matahari melancarkan sinarnya keseluruh pulau kami terpukau dengan Indahnya pulau kenawa yang penuh dengan rumput – rumput yang menyejukan Mata.

pemandangan-kenawa-dari-atas-bukit

pemandangan-kenawa-dari-atas-bukit

Tentu kami tidak melewatkan momen ini dengan mengabadikan dalam Foto – Foto menggunakan kamera hp seadanya. Hasilnya cukup fantastis, keindahan yang belum kami rasakan sebelumnya setelah Indahnya pemandangan dipuncak gunung rinjani. Kami berkeliling mengitari pulau dari sisi ke sisi dan tentunya menaiki bukit yang ada di Pulau Kenawa.

***

Dari ujung ke ujung sudah kami lihat, saat nya menuju dermaga kecil yang ada di depan Pulau Kenawa. Air yang jernih menarik kami untuk nyemplung kedalam nya. Tanpa berfikir panjang, gw langsung lepas baju dan melompat dari dermaga ke bibir pantai sampai merasa bosan menikmati pulau kenawa mulai dari Rumput yang hijau, Bukit yang menawan hingga pantai yang Jernih.

ekspresikan kebebasan lompat dari dermaga kenawa

ekspresikan kebebasan lompat dari dermaga kenawa

Kemudian dengan berat hati kami pun memutuskan untuk menyudahi jalan – jalan di pulau kenawa ini. Lain waktu kami akan datang lagi untuk melepaskan rasa rindu dengan Indahnya kenawa dalam kesempatan yang berbeda. Gw langsung sms pak Abdul untuk menjemput kami, saat itu waktu masih menunjukan pukul 10 pagi.

Tak lama perahu Pak Abdul dengan nelayan langsung menjemput kami untuk kembali Pulau. Kami hanya bisa mengucapkan Sampai Jumpa Pulau Kenawa.

*** END ***

Selfie di pulau Kenawa Sumbawa

Selfie di pulau Kenawa Sumbawa


  1. Sandi Prayoga

    @hai Zrachma : iyaps itu sudah di jemput di hari esoknya, kamu bisa sms untuk minta di jemput.. #jikamenginap