Terik Matahari di Puncak Gunung Rinjani Bikin Kulit Gosong, Jangan Lupa Pakai Sunblock

Edisi mendaki gunung yang saya lakukan bulan mei 2015, pendakian Gunung Rinjani merupakan pendakian pertama yang pernah saya lakukan, jadi tak punya pengalaman sebelumnya. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan aman.

Saya melakukan perjalanan pendakian ke puncak atau bahasa kerennya “summit” sekitar pukul 00.00 dini hari, setelah beristirahat sejenak diplawangan karena perjalanan yang melelahkan dari kaki gunung (bawah). Suhu udara malam ini sangat dingin sekali.

Sedang Menikmati Sunrise di Puncak Rinjani

Sedang Menikmati Sunrise di Puncak Rinjani

Sampai di Puncak Bayangan / Puncak Segara Anak sekitar pukul 06.00 wib, waktu yang tepat untuk melihat keindahan sunrise, saat dimana matahari keluar dari persemayamannya.

Matahari terus naik lebih tinggi dan panasnya pun mulai menyengat, saat saya ingin menggunakan sunblock ee ternyata tertinggal di caril, lupa memasukan ke Ransel. Dengan terpaksa naik hingga puncak rinjani tanpa sunblock, mau tidak mau panas matahari lansung menyengat kulit, terutama pada bagian wajah dan leher.

Saya sampai di Puncak Rinjani pukul 10.00 – 11.00 Wita, sudah dipastikan Gosong nih muka saya. Tidak berlama – lama, karena disamping panas yang menyengat saya juga sudah kehabisan air minum. Kemudian sayapun memutuskan untuk turun.

Foto Puncak Gunung Rinjani

Foto Puncak Gunung Rinjani

Ternyata benar, saat sampai di Pelawangan Kulit Bagian Wajah terasa sakit ketika terkena air keringat. Selama beberapa hari kulit wajah mengelupas bagaikan ular yang berganti kulit dan juga hitam 😀 (lumayan buat kenang-kenangan). Untuk pendakian selanjutnya saya akan lebih memeriksa keperluan dengan lebih teliti, termasuk membawa Sunblock dan Air Minum yang cukup saat akan Summit.